Minggu, 29 Januari 2017

[Review] Jingga Untuk Matahari by Esti Kinasih


Judul : Jingga Untuk Matahari
Penulis : Esti Kinasih
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Januari 2017
Tebal : 448 halaman
Harga : Rp98.000
ISBN : 978-602-03-3723-4

Blurb:
Ari dan Tari menjalani hari-hari penuh pelangi. Tari bahagia karena ternyata Ari cowok lembut dan penuh perhatian. Sedangkan Ari gembira luar biasa ketika mendengar Ata dan Mama akhirnya kembali ke Jakarta. 
Namun, tanpa Ari ketahui, selama ini Ata menyimpan kepedihan yang membuatnya bertekad melampiaskannya kepada Ari dan Papa. Saat itulah Ari menyadari ada “kisah” yang dia tidak tahu di antara papa dan mamanya. 
Sementara itu, Tari mulai bingung menata hati. Karena pada saat rasa sayangnya untuk Ari semakin tumbuh, Angga muncul lagi dan “nembak” langsung. Sebenarnya, apa yang menjadi alasan Angga begitu dendam pada Ari dan bertekad merebut seseorang yang paling berharga darinya? 
“Kalo lo ngincer cewek yang udah punya cowok, rebut dia di depan cowoknya. Jangan di belakang,” kalimat Ata itu terus terngiang di benak Angga.

 “Ada masa-masa ketika tangan yang terulur untuk menggapai hanya bisa meraih sosok dalam ingatan.” halaman 41
Setelah kedatangan Mama dan Ata beberapa waktu lalu, Ari kembali mendengar kabar gembira, bahwa keduanya akan segera pindah ke Jakarta dan Ata akan bersekolah di sekolah yang sama dengannya. Berkumpul kembali seperti ini adalah apa yang diingikan Ari selama masa pencariannya sembilan tahun belakangan ini. Ari kemudian tidak bisa menahan diri untuk bercerita dengan semangat pada dua orang sahabatnya, Ridho dan Oji, tak lupa Tari yang menjadi sosok spesial baginya, bahkan ia menraktir teman-temannya dalam rangka merayakan kegembiraannya atas hal tersebut.

Di saat Ari masih dikelilingi oleh euforia kebahagiaan akan datangnya dua orang yang ia cintai, suasana justru berbanding terbalik di seribu kilometer dari Jakarta, tepatnya di sebuah desa di pinggiran Kabupaten Malang, rapat keluarga diadakan demi membahas kepindahan anggota keluarga mereka ke Jakarta, di mana salah satunya akan menempuh pendidikan di sana dan jelas membutuhkan biaya yang cukup besar. Yang kemudian membuat Ata, salah satu subjek yang sedang dibicarakan dalam rapat tersebut, kembali mengingat peristiwa menyakitkan itu, dan mau tidak mau, membuatnya kembali menggali dendam yang hidup kekal dalam dirinya beberapa tahun terakhir ini.

“Banyak yang hilang. Banyak yang terlupakan. Sayangnya, ada yang tidak bisa dilupakan. Ada yang tidak sanggup dikalahkan waktu.”  – halaman 423.

Hari yang ditunggu pun tiba, SMA Airlangga dihebohkan dengan datangnya Sang Pentolan Sekolah, tapi yang mengejutkan adalah munculnya sosok lain yang sama persis dengan Matahari Senja dari taksi yang sama, membuat langkah orang-orang yang sedang berlalu lalang, terhenti begitu saja, dan menciptakan kesunyian total. Namun hal itu tidak berlangsung lama, karena setelahnya, pintu gerbang dipenuhi oleh jeritan dan lengkingan histeris dari mereka yang menyaksikannya.

“Dia khayal dalam nyata. Dia imajinasi dalam realitas.” – halaman 66.

Selebritis dadakan adalah peran yang sedang dijalankan oleh kedua Matahari tersebut. Hingga membuat Ari, dibantu dengan Ridho dan juga Oji, harus membantu Ata melepaskan diri  dari cewek-cewek yang siap menerkamnya. Namun seiring dengan adanya mereka untuk melindungi Ata, Ridho yang disusul oleh Oji, mulai menyadari sesuatu. Bahwa ada yang berbeda dari sikap Ata, ada yang berbeda di mata pemuda itu, dan hal itu membuat keduanya berpikir, bahwa kembar identik sahabatnya itu ternyata jauh lebih berbahaya dari dugaan mereka sebelumnya.

Di sisi lain Tari dibuat bingung dengan kehadiran kembali Angga. Sedangkan Ari merasakan perubahan dari saudara kembarnya.  Hingga akhirnya bom itu dijatuhkan, informasi di mana bahwa sembilan tahun lalu, telah terjadi peristiwa besar, sembilan tahun yang juga dilalui Ari dengan ketidaktahuan dan membuat dirinya hancur saat mengetahui kebenaran yang ada dan selama ini tersembunyi.
“Tolong jangan tiba-tiba nggak ada. Tolong jangan pergi begitu aja, hilang, dan nggak pernah bisa ditemukan.”  – Matahari Senja.


***

“Kalau lo ngincer cewek yang udah punya cowok, rebut dia di depan cowoknya. Jangan di belakang.”  – Matahari Jingga.

Lima tahun penantian buku ketiga dari Seri Jingga ini membuatku tidak berpikir lama untuk langsung membacanya ketika paketan Pre-Order tiba di rumah. Tidak tanggung-tanggung, Jingga Untuk Matahari muncul dengan ketebalan yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan dua buku pendahulunya, 448 halaman di mana pembaca akan dibawa untuk melanjutkan kisah para Matahari dan menyaksikan sisi dari Matahari Jingga yang selama ini 'bersembunyi'.

Jingga Untuk Matahari memang lebih banyak menyajikan narasi dibanding dialog, yang berkesempatan membuat beberapa pembaca dibuat lelah memandang lembar demi lembar yang akan mengantarkan ke rasa bosan. Bagian awal novel ini dibuka dengan kehebohan munculnya saudara kembar Ari yang sangat mirip dengannya bagaikan benda dan bayangan, bagian ini cukup seru dengan kehebohan para siswa yang seakan masih belum percaya dengan apa yang mereka lihat. Kalau aku jadi siswa SMA Airlangga, mungkin aku juga akan seperti mereka, merasa tidak menyangka dengan apa yang baru saja terjadi, ini Sang Pentolan Sekolah lho yang punya kembaran! Belum lagi, selama ini nggak pernah ada yang tahu tentang fakta itu. Terus, Ari dan Ata ini kembar identik, betul-betul sama, dan susah dibedakan, bedanya cuma Ata ini lebih hangat dibanding Ari. Cewek-cewek pasti langsung mikir peluang "Nggak dapat Ari, kembarannya pun boleh!" ya setidaknya Vero  lah yang mikir gitu.

Aku suka dengan keputusan dari pihak Gramedia Pustaka Utama untuk menerbitkan Jingga Untuk Matahari dengan double cover menggunakan book jacket, di mana cover aslinya adalah Ari dan Tari sedang duduk di ayunan mengikuti tema cover lama dua buku sebelumnya, sedangkan book jacketnya mengikuti tema cover edisi cetakan ulangnya. Jadinya kelompok pembaca yang koleksi edisi cover lama dan kelompok pembaca yang koleksi edisi cetak ulang, tidak dibuat kesal dengan ketidakserasian cover buku ketiga dengan dua buku pendahulunya. Jadinya terserah saja mereka mau memandang bukunya dengan book jacket atau tanpa book jacket. Pokoknya aku menghargai keputusan yang bijak dari pihak GPU ini, sebab rasanya nggak enak banget kalau punya buku berseri, tapi tema covernya beda-beda.

Plot-nya sendiri cukup seru menurutku. Sisi tentang keluarga mengambil bagian yang cukup banyak di buku ketiga ini. Terkejut. Ya, aku cukup terkejut dengan apa yang terjadi sembilan tahun yang lalu. Dan kisah yang mengalir dengan beberapa clue yang sudah ditebar di awal membuatku bisa cukup paham dengan apa yang dirasakan Ata. Tapi tetap saja menurutku Ata ini menyebalkan. Aku kemudian paham kenapa di halaman pertama, Kak Esti menuliskan "... jangan sebal sama teman kamu yang sukanya sama Ata ya?" Dan ya, aku nggak akan sebal sama kalian yang suka Ata, aku sebalnya cukup sama Ata saja. Semoga Ata di buku selanjutnya bisa diberikan pencerahan ya.

Untuk ARidhOji, rasanya aku cukup iri dengan persahabatan mereka. Ari, Ridho, dan Oji ini sudah seperti paket lengkap yang nggak bisa dipisahkan, mereka tidak hanya sekedar tiga cowok tampan dan nakal yang jadi incaran satu sekolah, tapi mereka betul-betul mengerti satu sama lain, berani bertindak dan saling mendukung. Karakter keduanya pun betul-betul khas. Oji yang blak-blakan tapi omongannya jujur minta ampun dan bisa dikatakan menusuk, sedangkan Ridho yang terkesan lebih cool dan lebih santai, tapi di samping semua itu ternyata mereka berdua juga punya beban masing-masing. Sebut saja Ridho sebagai pelindung dua adik perempuannya di saat kedua orangtuanya sudah tidak tinggal bersama mereka lagi. Kalau disuruh milih, aku rasanya lebih prefer untuk jatuh cinta ke Ridho. Tapi bukan berarti aku nggak suka Oji, aku suka Oji kok, apalagi di bagian dia nyeritain tentang Titanic itu, yang cukup menyiratkan apa yang dia rasakan selama ini. Pokoknya want to send virtual hug to them lah.

Untuk bagian Tari-Ari, jangan terlalu mengharapkan deh, nanti kalian jadi kecewa. Soalnya Jingga Untuk Matahari ini lebih menampilkan gimana kelamnya kehidupan mereka, kalian harus baca sendiri supaya tahu siapa yang kumaksud dengan mereka. Bahkan aku sempat mikir, kok bisa dari 400 halaman sekian, cuma dikit bagian Ari-Tari? How? Tapi ya, hal itu cukup terbayar saat sampai ke halaman terakhir yang mengisyaratkan bahwa cinta segitiga Ari-Tari-Angga akan seru di buku selanjutnya, yaitu Jingga Untuk Syandakala. Ending-nya JUM ini gantung dan mendebarkan banget, pemirsa. Apalagi aku ngebayangin kalau buku ini ditutup dengan backsound ala-ala gitu.

Overall, menurutku, Jingga Untuk Matahari ini lebih kepada perkenalan akan sosok Ata tapi tetap saja aku puas dengan buku ini. Dan Esti Kinasih juga sudah mengonfirmasi bahwa Jingga Untuk Matahari memang sebagai prolog untuk buku keempat sekaligus buku terakhirnya nanti, yaitu Jingga Untuk Sandyakala. Aku hanya berharap semoga Seri Jingga ini ditutup dengan happy ending atau apapun itu lah yang penting bisa membuat hatiku tenang saat menutup lembaran terakhirnya. Jadinya, JUS terbitnya akhir tahun ini, kan? Semoga tepat waktu karena aku sudah tidak sanggup lagi untuk menunggu lebih lama lagi.

4 komentar:

Unknown mengatakan...

Udah lama banget dari edisi Jingga & Senja, Jingga Dalam Elegi, dari kelas 1 SMA wkt umur masih berkisar 16 tahun kalau ngga salah, dan setelah itu nungguin JUM sampai sekarang umur udah 22 tahun, udah kerja, jadi lucu aja, dari masa2 ABG sampai skrg udah dewasa, baru bisa baca lagi, saking waktu itu penantian nungguin JUM lama nya minta ampun, dan skrg giliran udah terbit, malah blm baca, mungkin karena faktor usia yaa, xixi, thanks btw udah bikin review ini, jadi kangen masa2 SMA, masa2 novel2 teenlit masih berjaya dalam ingatan saya, dan novel karya Esti Kinasih ini adalah salah satu novel teenlit favorit ku banget

Unknown mengatakan...

Q kesel bgt Sama gramedia. Com.. Pesen buku udh MO sebulan g dateng2
Gda konfirmasi sm sx.. Terpaksa nyari pdf a di online tp rasa a bukan Asli.. Beda mgkin agak sm tp g thu lahh
Review a bikin tmbh penasaran
Mksh y

Unknown mengatakan...

Ini novel menceritakan tentang apa sih

kenal.org mengatakan...

Nice info, thanks for share, oh ya saya mau berbagi, baru saja saya menemukan Video Viral tentang Hobby jadi Bisnis trus minum Kopi Terbaik sambil simak Media Kalteng baca tentang Paid Promote / Jasa Endorse untuk Jual Akik Gambar buat beli Printer laser white toner Lebihnya buat cari jasa desain grafis

Posting Komentar

 
;