Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Rabu, 04 Januari 2017 6 komentar

[Review] Little Bit of Muffin by Aiu Ahra


Judul : Little Bit of Muffin
Penulis : Aiu Ahra
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal : iv + 284 halaman
Terbit : November 2016
Harga : Rp59.000

Blurb:

Sugar Bakery, harum kue yang baru matang, pekatnya cokelat, gurihnya krim keju, semua mengingatkan Kesha akan Evan, partner chef yang ia cintai. Pria yang kini pergi jauh, mewujudkan mimpinya studi ke luar negeri. Pria yang bahkan tidak sempat mendengarkan isi hati Kesha yang tersembunyi. Pria yang kemudian membuat Kesha mengambil keputusan, meninggalkan dunia pastry. Mau Kesha hanya satu, melupakan segala tentang Evan di dapur Sugar Bakery. 

Namun, keadaan gawat di Sugar Bakery membuat Kesha terpaksa menarik keputusannya. Ia kembali ke Sugar Bakery dengan seabrek tantangan baru, menyelamatkan bisnis keluarga yang telah dirintis mendiang ayahnya itu. Sekali lagi, Kesha menjejakkan kaki di dapur dengan semua kenangan Evan yang tertinggal. Berbaur kembali dengan resep-resep kue, staf dapur, dan Gathan, partner chef-nya yang baru. 

Tak mudah bagi Kesha menguasai dapur, sementara hatinya masih kalut. Terlebih lagi Gathan bukanlah sosok yang menyenangkan. Kehadiran pria itu sering kali membuatnya jengkel oleh sifat dinginnya. Namun, muffin yang dipanggang pria itu kemudian menghadirkan rasa hangat di hatinya. Mungkinkah cinta dapat terlahir kembali? Lewat gigitan kecil pada muffin yang ia nikmati bersama pria yang juga memendam masa lalu itu?

Sabtu, 31 Desember 2016 2 komentar

[Review] Dark Memory by Jack Lance


Judul : Dark Memory
Penulis : Jack Lance
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Harga : Rp60.000
Halaman : 340 halman
Blurb:


Rachel Saunders menghadiri pemakaman Jenny Dougal, sahabat baiknya yang meninggal karena kecelakaan tragis. Namun tak lama setelah pemakaman, ia sendiri menghilang secara misterius. Hal ini membuat khawatir Jonathan Lauder, kekasih Rachel, yang langsung terbang ke skotlandia untuk mencari kekasihnya. 
Tiga hari kemudian, Rachel muncul kembali secara misterius. Tetapi, ia mengalami amnesia jangka pendek dan tidak bisa mengingat apa pun selama tiga hari sebelumnya, hingga minggu-minggu terakhir sebelum dirinya menghilang. Namun satu hal yang ia yakini, Jenny belum meninggal. Sahabatnya itu masih hidup. Ia ada di suatu tempat, dan Rachel merasa harus segera menemukan dan menolongnya, sebelum terlambat! 
Jonathan dan Rachel berusaha mencari tahu dan merekonstruksi hari-hari saat Rachel menghilang, demi mencari kebenaran mengenai Jenny, dan mencari penyebab Rachel kehilangan ingatannya. 
Namun apa yang Rachel temukan adalah teror yang menakutkan. Satu-satunya jalan untuk bertaha bhidup, dan mungkin untuk menyelamatkan Jenny adalah dengan menyingkap tabir gelap masa lalunya....
Sabtu, 09 Agustus 2014 1 komentar

Review Bunga di atas Batu



Jenis : Fiksi
Judul : Bunga di atas Batu
Penulis : Aesna
Penerbit : Moka Media
Tahun terbit : 2014
Halaman : 132hlmn


Novel Bunga di atas Batu ini menceritakan persahabatan antara Bara dan Iris, Bara yang pintar dan pendiam, sedangkan iris manja dan temperamental (ini menurut saya).  

Well, entah jadi kebiasaan baru atau emang udah lumayan lama. Setelah buka plastik pembungkus buku, yang pertama saya liat selain cover depan adalah biodata penulis, dan mengacak halaman secara random. Siapa tau nemu harta karun :p

Dua hari saya baca novel ini (soalnya bacanya sambil di perjalanan). Pada saat beberapa belas halaman awal membaca saya mulai sadar kalau banyak kata-kata mutiara (anggap saja begitu) yang sengaja di garis miringkan, membuat ceritanya nggak mengalir. Seperti di niatkan kalau itu adalah kata-kata mutiara dari buku ini, harusnya tidak perlu dimiringkan lebih baik biasa saja. 

Buat yang pernah ngalamin friendzone, novel ini sedikit banyak menceritakan gimana rasanya kejebak friendzone, betenya, binggungnya, dilemanya, galaunya, sakitnya, keselnya, senengnya. Terutama kalau temen kamu ternyata jadian sama orang yang ..,... (Temukan sendiri di novel ini :p)

Di tengah-tengah ketika Bara pergi keluar negri karna mendapat beasiswa ternyata Bara meninggalkan amplop biru (mirip novel refrain), tapi merasa sedikit ada perbedaan antara keseharian Bara dan kata-kata di suratnya, terasa bukan Bara tapi ka Aesna yang menulis (ya emang sih :p)  pas terakhir-terakhir lumayan seru, cara ka Aesna menyampaikanya dengan ringan membuat kita jadi inget gimana rasanya kena friendzone, huh flashback.

Di sayangkan dengan tebal buku yang hanya berkepala 1 ternyata endingnya ngegantung, etapi bener kan ka Aesna endingnya memang mengantung? atau perasaanku aja? andai saja halamanya lebih tebal, sangat di sayangkan, tapi tetep penasaran sih apa yg bakalan terjadi dengan Iris, Bara, Naira setelahnya.

saran saja, perlu terus berlajar mengembangkan plot plot yang ada, biar gak mengantung di halaman berkepala satu, karna ide ceritanya lumayan bisa bikin pengalauan masal.  Keep it up Ka!

Terimakasih ka Aesna yang sudah mempercayakan kami untuk mereview bukunya.
Terus menulis
Karna menulis adalah pekerjaan yang terus berlanjut
Di tunggu karya selanjutnya ya ^^

beberapa quote dalam novel Bunga di atas Batu

Lama enggaknya kebahagiaan itu tergantung kamu. #BungadiatasBatu

Pas kita hidup di masa lalu, kita nggak sabar ke masa depan. Eh pas udah di masa depan kita bakalan rindu masa lalu. #BungadiatasBatu


Ia yang meninggalkan adalah ia yang paling banyak kehilangan #BungadiatasBatu

Bagian tersulit adalah hidup bersama pilihan yang di ambil. #BungadiatasBatu


Happy Hunting gaeees! ^^

 
;